bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Perbedaan Jenis Kelamin dan Gender

Dalam kehidupan sehari hari Kita sering mendengar istilah Jenis Kelamin dan gender. Sebagian orang ternyata mempresepsikan bahwa jenis kelamin dan gender adalah istilah yang bermakna sama. padahal dua hal tersebut merupakan hal yang berbeda, tapi terkait satu sama lain. oleh sebab itu kiranya perlu diberi batasan pemaknaan pada dua istilah ini, sehingga bisa lebih bisa terdefinisi secara pemahaman.

Perbedaan Jenis Kelamin dan Gender

Jenis kelamin

Istilah jenis kelamin merupakan pembagian atau pensifatan yang ditentukan secara biologis yaitu pria dan wanita. Secara umum terdapat tiga aspek yang membedakan antara pria dan wanita yaitu: aspek Genotif, Gonad dan Fenotip.

Genotif merupakan perbedaan struktur genetik pria dan wanita. Kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X menentukan sifat kewanitaan. Jenis kelamin genetik bergantung pada kombinasi kormosom-kromosom pada saat konsepsi. 

Apakah seseorang ditakdirkan menjadi pria atau wanita adalah suatu fenomena genetik yang ditentukan oleh kromosom-kromosom yang mereka miliki. Pada saat 23 pasangan kromosom terpisah saat meiosis, setiap sperma atau ovum hanya menerima satu anggota dari setiap pasangan kromosom. 

Dari pasangan kromosom tersebut, 22 adalah pasangan kromosom otosom yang menjadi karakteristik umum manusia serta sifat spesifik seperti warna mata, jenis rambut dan sebagainya. Pasangan kromososm sisanya adalah kromososm penentu jenis kelamin, yang terdiri dari dua tipe dimana secara genetik berbeda yaitu kromosom X dan Kromosom Y. 

Ada atau tidaknya kromosom Y menentukan diferensiasi apakah calon janin menjadi pria atau wanita, dimana kombinasi kromosom “XY” menjadi pria dan kombinasi kromosom “XX” menjadi wanita.

Perbedaan pria dan wanita yang kedua adalah pada aspek gonad. Istilah gonad sendiri merujuk pada organ yang menghasilkan gamet dan kelenjar kelamin. Secara sederhana dapat di definisikan perbedaan pada aspek gonad yaitu perbedaan organ reproduksi primer yang dimiliki dimana pria memiliki testis sedangkan wanita memiliki ovarium. 

Pada enam minggu pertama dalam kandungan, semua embrio memiliki potensi untuk berdiferensiasi mengikuti garis laki-laki atau perempuan, karena jaringan reproduksi pada kedua jenis kelamin masih identik dan indiferen. Spesifikasi kelamin muncul selama minggu ketujuh kehidupan dalam kandungan, yaitu pada saat janin dengan genetik pria mulai berdiferensiasi di bawah gen SRY, gen tunggal penentu jenis kelamin. 

Gen ini memicu serangkaian reaksi yang memicu perkembangan testis, dengan merangsang merangsang produksi antigen H-Y, suatu protein membran plasma spesifik yang hanya terdapat pada pria, mengarahkan diferensiasi gonad menjadi testis. 

Sedangkan pada wanita genetik tidak memiliki gen SRY sehingga tidak menghasilkan antigen H-Y. Hal ini menyebabkan gonad wanita tidak pernah menerima sinyal untuk membentuk testis, sehingga pada minggu kesembilan jaringan gonad mulai berkembang membentuk ovarium.

Perbedaan pria dan wanita yang ketiga adalah Fenotipe. Jenis kelamin Fenotipe merupakan jenis kelamin yang terlihat pada individu, bergantung pada jenis kelamin gonad yang telah ditentukan secara genetik. Istilah Diferensiasi jenis kelamin merujuk kepada perkembangan genetalia eksterna dan saluran reproduksi pria atau wanita. 

Pada semua embrio terdapat dua sistem primitif, yaitu duktus wolffii dan duktus mulleri. Pada pria, saluran reproduksi berkembang dari duktus wolffii, sedangkan saluran reproduksi wanita berkembang dari duktus mulleri. Diferensiasi sistem reproduksi pria di induksi oleh androgen dalam hal ini hormon testosteron dan Mullerian Inhibiting Factor. 

Testosteron memicu pembentukan duktus Wolfffi mejadi saluran reproduksi pria yaitu epididimis, vas Deferens, dan vesikula seminalis. Testosteron kemudian di ubah menjadi dihidrotestosteron (DHT) menstimulasi diferensiasi genetalia eksternal menjadi penis dan skrotum. 

Tanpa adanya testosteron dan Mullerian Inhibiting Factor, duktus wolffi mengalami regresi sedangkan duktus Mulleri berkembangn menjadi saluran reproduksi wanita yaitu tuba uterina, uterus, dan bagian atas Vagina. Selanjutnya genetalia eksterna berdiferensiasi menjadi klitoris dan labia.

Gender

Gender merupakan interpretasi budaya terhadap perbedaan jenis kelamin yang dibentuk secara sosiokultural. Hal ini merujuk pada peran dalam masyarakat yang diidentikan pada sifat-sifat jenis kelamin. 

Gender dapat berbeda antara satu kelompok masyarakat dengan masyarakat lainnya, serta dapat berubah seiring waktu. Dalam Women’s Studyes Encyclopedia dijelaskan bahwa gender adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang didalam masyarakat.

Dalam budaya patriaki misalnya laki-laki selalu diidentikan dengan sosok yang harus dominan, kepala rumah tangga, agresif, dan pengambil keputusan tertinggi. Sedangkan wanita diidentikkan berperan sebagai sosok yang lemah lembut, harus selalu tunduk dan patuh terhadap suami. 

Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa jenis selalu di identikkan sebagai pekerjaan laki-laki atau wanita. Seperti Menyapu, memasak, mencuci, menjahit adalah pekerjaan wanita. Sedangkan memperbaiki tv, genteng, atau mengurus kendaraan adalah pekerjaan laki-laki. Beberapa profesi juga seperti dilekatkan pada stereotipe laki-laki dan perempuan.

Seiring perubahan zaman dan munculnya gerakan emansipasi.  Secara umum terjadi pergeseran  peran gender dari waktu ke waktu. Dikotomi peran yang dilekatkan pada jenis kelamin tertentu perlahan-lahan mulai berkurang. Sekarang banyak kita lihat cheff dan designer pakaian terkenal malahan dari kaum pria. Atau beberapa perusahan besar dan lembaga pemerintahan dipimpin oleh seorang wanita.

Berdasarkan Uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa antara jenis kelamin dan gender merupakan 2 hal yang berbeda. jenis kelamin bersifat definitif tetap, terbentuk mulai dari dalam kandungan dan merupakan  pensifatan biologis. sedangkan gender lebih merujuk ke peran dan tuntutan masyarakat yang diidentikan terhadap jenis kelamin yang dimiliki seseorang, dan hal ini bisa berubah sesuai kondisi masyarakat.