bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Konsep Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow

Berdasarkan Teori Kebutuhan Dasar Manusia menurut abraham maslow, manusia dapat dilihat dari dua sudut Pandang yaitu manusia sebagai makhluk holistik dan manusia sebagai sistem.

Konsep Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow

Teori Kebutuhan Dasar Manusia

Manusia sebagai makhluk Holistik

Manusia sebagai makhluk holistik bermakna bahwa manusia merupakan makhluk yang utuh atau menyeluruh yang tersusun atas unsur biologis, psikologis, sosial dan spiritual

1. Unsur biologis

Manusia tersusun atas berbagai organ tubuh yang bergabung membentuk sistem organ. Dalam tubuh manusia terdapat 11 sistem organ yang bekerja terus menerus untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia.

Manusia mempunyai kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya, mulai dari lahir, tumbuh kembang hingga meninggal

2. Unsur psikologis

Manusia mempunyai struktur kepribadian yang unik dan berbeda satu sama lain

Perilaku manusia merupakan manifestasi kejiwaan dikombinasikan dengan kemampuan fikiran, sebagai respon terhadap lingkungan sekitarnya.

Manusia memiliki kemampuan untuk berfikir dan kecerdasan. Manusia memiliki kemampuan untuk mengolah informasi, dan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapinya.

3. Unsur Sosial

Secara kodrati, manusia adalah makhluk sosial, sehingga dalam kehidupannya harus bekerjasama dengan orang lain. 

Manusia harus saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya. Tidak mungkin seorang manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Mulai dari kebutuhan primer seperti makanan, pakaian, atau tempat tinggal. 

Manusia dipengaruhi oleh kebudayaan dan lingkungan sosial serta beradaptasi dengan lingkungan tersebut.

Manusia dituntut untuk berperilaku sesuai dengan harapan dan norma yang berlaku dimasyarakat.

4. Unsur Sprirtual

Manusia memiliki keyakinan dan pandangan hidup

Manusia memilik dorongan hidup atau semangat hidup yang sejalan dengan keyakinan yang dianutnya

Manusia Sebagai Sistem Adaptif

Pengertian Sistem

Sistem memiliki banyak pengertian, salah satunya adalah sistem merupakan suatu kesatuan yang utuh dan terpadu, yang terdiri atas berbagai elemen yang berhubungan dan saling mempengaruhi, yang dipersiapkan dengan sadar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Manusia sebagai sistem adaptif

Manusia sebagai sistem adaptif maksudnya adalah ,manusia mampu beradaptasi. Adaptasi merupakan proses perubahan individu  sebagai respon terhadap perubahan kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi integritas dan keutuhannya

Manusia sebagai sistem personal, interpersonal dan sosial

Manusia sebagai sistem personal artinya manusia memiliki konsep diri, persepsi, serta pertumbuhan dan perkembangan. Manusia sebagai sistem interpersonal artinya adalah manusia dapat berinteraksi, berperan, dan berkomunikasi dengan orang lain. Manusia sebagai sistem sosial artinya adalah manusia memiliki kekuatan dan wewenang mengambil keputusan di lingkungannya baik dalam keluarga ataupun masyarakat.

Adaptasi

Adaptasi adalah proses perubahan individu sebagai respon terhadap perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi integritas dan keutuhannya. Adaptasi ini sering dikaitkan dengan upaya mempertahankan diri dari stress baik fisik ataupun psikologis.

Konsep adaptasi terdiri dari adaptasi fisiologis dan psikologis. Adaptasi fisiologis adalah bentuk penyesuaian tubuh secara alamiah atau fisiologis untuk mempertahankan keseimbangan dari faktor pengganggu. Adaptasi ini dibagi menjadi sindrom adaptasi lokal Lical Adaptation Syndrome-LAS), dan sindrom adaptasi umum (General Adaptation Syndrome – GAS).

Local Adaptation Syndrom (LAS) merupakan bentuk adaptasi yang bersifat lokal. Contohnya adalah reaksi radang. Peradangan pada tempat terjadinya infeksi menunjukan perubahan fisiologis dengan gejala yang khas yaitu daerah tersebut menjadi kemerahan (rubor), bengkak (tumor), terasa nyeri (dolor), panas (kalor) dan keterbatasan anggota gerak (functio laesae).

General Adaptation Syndrome (GAS) merupakan proses adaptasi yang bersifat umum atau sistemik. Artinya proses ini menimbulkan pengaruh yang umum pada bagian tubuh. Gas dapat terjadi apabila reaksi lokal tidak dapat diatasi atau jika individu mengalami stress dalam waktu yang lama.

Adaptasi Psikologis

Adaptasi Psikologis merupakan bentuk penyesuaian secara psikologis terhadap stressor dengan cara membangun mekanisme pertahanan diri agar dapat melindungi diri atau bertahan dari berbagai serangan atau hal yang tidak menyenangkan.

Adaptasi psikologis adda dua jenis, yaitu reaksi yang berorientasi pada tugas, dan reaksi yang berorientasi ego.

Reaksi yang berorientasi pada tugas meliputi melakukan berbagai tindakan yang bertujuan untuk menghilangkan ataumengatasi stressor, menarik diri dari stressor baik secara fisik maupun emosi, dan berkompromi atau mengubah metode yang iasa digunakan dan menggantinya dengan metode baru yang lebih sesuai untuk mengatasi stressor.

Reaksi yang berorientasi ego antara lain: 

  • Rasionalisasi, yaitu upaya untuk menghindari masalah psikologis dengan berusaha memberikan alasan yang rasional sehingga masalah yang dihadapinya dapat teratasi.
  • Pengalihan,yaitu upaya untuk mengatasi masalah psikologis dengan melakukan pengalihan tingkah laku pada objek lain
  • Identifikasi, merupakan upaya yang digunakan individu untuk menghadapi orang lain dengan menjadikan kepribadian orang tersebut sebagai kepribadiannya
  • Kompensasi, yaitu upaya mengatasi masalah dengan mencari kepuasan pada keadaan, situasi atau bidang orang lain.
  • Proyeksi, merupakan usaha untuk mengatasi masalah dengan menempatkan sifat batin sendiri kedalam sifat batin orang lain.
  • Represi, upaya mengatasi masalah dengan mencoba menghilangkan fikiran masa lalu yang buruk dengan melupakan atau menahannya di alam bawah sadar.
  • Supresi, yaitu upaya mengatasi masalah dengan berusaha menekan masalah yang tidak menyenangkan secara sadar.
  • Penyangkalan, yaitu uapaya mempertahankan diri dengan cara menyangkal masalah yang dihadapi atau tidak mau menerima kenyataan yang ada.

Teori Abraham Maslow

Teori Abraham Maslow tentang model kebutuhan dasar Manusia. Teori ini membagi kebutuhan dasar manusia menjadi 5 (lima) kelompok yaitu:

Kebutuhan Fisiologis

Merupakan kebutuhan yang paling dasar dan menjadi prioritas tertinggi  dalam hirarki maslow. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan oksigenasi, nutrisi, kebutuhan cairan, kebutuhan eliminasi, dan mobilisasi.

Kebutuhan keselamatan dan rasa aman

Kebutuhan keselamatan dan rasa aman  adalah perasaan bebas dari ancaman baik fisik ataupun psikologis. Termasuk rasa aman dalam konteks individu yaitu aman dari ancaman penyakit, wabah dan lain sebagainya. 

Kebutuhan rasa cinta, memiliki dan dimiliki

Kebutuhan rasa cinta serta rasa memiliki dan dimiliki meliputi kebutuhan untuk memberi dan menerima kasih sayang, mendapat kehangatan, mendapat persahabatan dan hubungan yang berarti dengan orang lain.

Kebutuhan Harga Diri

Kebutuhan harga diri maupun perasaan dihargai oleh orang lain meliputi: perasaan tidak bergantung pada orang lain, kompeten, penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Kebutuhan aktualisasi diri

Merupakan kebutuhan tertinggi dalam hirarki maslow, kebutuhan aktualisasi diri meliputi: mengenal dan memahami diri serta potensi diri dengan baik, belajar memnuhi kebutuhan sendiri, berdedikasi tinggi, tidak emosional, kreatif, dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.

Faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan

Pemenuhan kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh bebrapa faktor yaitu sebagai berikut:

Penyakit

Ketika sedang sakit, beberapa fungsi organ tubuh berubah dan memerlukan pemenuhan kebutuhan yang lebih cepat dan lebih besar daripada biasanya.

Hubungan yang berarti

Hubungan yang berarti dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya rasa saling percaya. Keluarga menjadi sistem pendukung dan membantu seseorang menyadari kebutuhannya serta mengembangkan cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Konsep diri

Berperan dalam pemenuhan kebutuhan dasar karena mempengaruhi kemampuan individu untuk memnuhi kebutuhannya. Konsep diri menyadarkan seseorang apakah kebutuhan dasarnya terpenuhi atau tidak.

Tahap perkembangan

Perkembangan berhubungan dengan pematangan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Setiap tahap perkembangan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial, maupun spiritual. Pemenuhan kebutuhan ini akan dipengaruhi oleh perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku individu sebagai hasil interaksinya dengan lingkungan.

Homeostasis dan Hemodinamik

Merupakan suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam mempertahankan kondisi yang dialaminya. Proses homeostasis ini dapat terjadi apabila tubuh mengalami stress yang ada sehingga tubuh secara alamiah akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi yang seimbang, atau juga dapat dikatakan bahwa homeostasis adalah suatu proses perubahan yang terus menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Dalam mempelajari cara tubuh melakukan proses homeostasis ini dapat melalui empat cara yaitu:

Self Regulation

Sistem ini dapat terjadi  secara otomatis pada orang yang sehat seperti dalam pengaturan proses sistem fisiologis tubuh manusia.

Cara kompensasi

Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidak normalan tubuh

Cara Umpan balik negatif

Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi

Umpan balik untuk mengoreksi keseimbangan fisiologis

Sebagai contoh apabila seseorang mengalami hipoksia akan terjadi proses peningkatan denyut jantung untuk membawa darrah dan oksigen yang cukup kedalam sel tubuh

Hemodinamik

Merupakan pertukaran energi secara terus menerus antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya. 

Adapun beberapa prinsip hemodinamik adalah sebagai berikut:

Prinsip Integralitas

Prinsip utama dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan yang tidak dapat dipisahkan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi secara terus menerus karena adanya interaksi manusia dengan lingkungan yang saling mempengaruhi.

Prinsip resonansi

Prinsip bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekwensinya bervariasi, mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan.

Prinsip Helicy

Prinsip bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia berlangsung perlahan-lahan dan terdapat hubungan antara manusia dan lingkungan.