Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Hubungan Antara Kepatuhan Antenatal Care (ANC) Dengan Pemilihan Penolong Persalinan

Judul Skripsi: 

Hubungan Antara Kepatuhan Antenatal Care (ANC) Dengan Pemilihan Penolong Persalinan di WIlayah Kerja Puskesmas Gerung

Hubungan Antara Kepatuhan Antenatal Care (ANC) Dengan Pemilihan Penolong Persalinan Di  Wilayah Kerja Puskesmas Gerung
Gambar oleh OpenClipart-Vectors dari Pixabay


Penulis :

A'dat Tabarruk


Abstrak

Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. 

Sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 2010) pada tahun 2012 jumlah ibu hamil yang di bantu oleh tenaga kesehatan adalah 764, penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui “Hubungan antara kepatuhan Antenatal Care (ANC) dengan Pemilihan Penolong Persalinan di desa Mesanggok Wilayah Kerja Puskesmas Gerung.

Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang menjadi populasi dipenelitian ini adalah adalah ibu yang bersalin di desa Mesanggok wilayah kerja puskesmas gerung Tahun 2012 sebanyak 262, data di kmpulkan dengan kusioner dan lembar observasi kemudian dianalisa dengan uji Chi Square.

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepatuhan Antenatal Care (ANC)  di Puskesmas Gerung termasuk dalam kategori patuh (95,0%). Pemilihan Penolong Persalinan di Puskesmas Gerung termasuk dalam kategori ditolong oleh Nakes (85,9%) Kepatuhan Antenatal Care (ANC) ada perbedaan yang signifikan dengan Pemilihan Penolong Persalinan, kepatuhan, penolong persalinan ada hubungan p: < 0,000.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan ada hubungan dapat menambah informasi bagi masyarakat khususnya para ibu tentang pentingnya melakukan Kepatuhan Antenatal Care (Anc) Dengan Pemilihan Penolong Persalinan terutama ibu.

Resume 

Kepatuhan antenatal care (ANC). 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kepatuhan antenatal care (ANC) di Puskesmas Gerung termasuk dalam kategori patuh yaitu (95,0%), karena sebagian besar ibu sudah mendapatkan penyuluhan tentang Antenatal Care (ANC) di posyandu-posyandu setempat. Hal ini mendukung teori Notoatmodjo bahwa hubungan dan kepatuhan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuahn. 

Menurut Niven (2007) ketidak patuhan dipengaruhi oleh empat faktor, yakni faktor Pemahaman tentang intruksi, factor Kualitas Interaksi, factor Isolasi sosial dan keluarga dan factor Keyakinan, sikap dan kepribadian 

Dilihat dari kepatuahn dapat dijelaskan bahwa semua responden berada pada kelompok patuh yaitu sebanyak 160 responden (62,0%) dan dimana pada kelompok patuh yaitu sebanyak 97 responden (37,6%). Menurut pendapat Agung, (2008), bahwa kepatuhan merupakan dimana pada kelompok patuh ini dimungkinkan dalam meningkatkan kepatuhan responden lebih cepat, semakin patuh semakin baik, semakin banyak informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah kepatuhannya tentang konsep Antenatal Care  (ANC). 

Hasil penelitian di atas, selain sesuai dengan pendapat dari beberapa teori, juga sesuai dengan beberapa penelitian terdahulu yaitu: Suratman di Puskesmas Ponjong II Gunung Kidul Yogyakarta yaitu ada hubungan dan perbedaan yang signifikan antara kepatuhan dengan kontrol ulang. Ada perbedaan kepatuahn Antenatal Care (ANC) dengan pemilihan pertolongan persalinan antara yang melakukan kontrol ulang dengan yang tidak melakukan kontrol ulang χ2 = 0.002). 


Pemilihan Penolong Persalinan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pemilihan penolong persalinan di Puskesmas Gerung termasuk dalam katagori Nakes (85,9%). Karena sebagian besar ibu pemilihan penolong persalinan diNakes dan melaksanakan dari penyuluahn yang di dapatkan di posyandu-posyandu setempat, Hal ini perlu ditingkatkan untuk menghasilkan angka kematian ibu dan bayi berkurang, 

Hasil penelitian ini sesuai teori yang dikemukakan oleh Smet, yaitu strategi telah dicoba untuk meningkatkan kepatuhan antara lain : Dukungan profesional kesehatan, Dukungan social, Perilaku sehat dan Pemberian informas.

Hubungan  Antara Kepatuhan ANC Dengan Pemilihan Penolong Persalinan

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan Antenatal Care (ANC) dengan pemilihan penolong persalinan di Puskesmas Gerung dengan hasil 0,000. 

Keadaan ini dapat disimpulakan bahwa nilai frekuensi sehingga Ho tidak ada hubungan dan perbedaan dan Ha ada hubungan dan perbedaan. Maka kepatuahn antenatal care (ANC)  di puskesmas gerung mempunyai hubungan dan perbedaan terhadap pemilihan penolong persalinan di Puskesmas Gerung.

Hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Fadila pada tahun 2010 di RS AQMA Cikampek hasil dari penelitain ini menybutkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi tentang kepatuahn keperawatan dengan kinerja perawat di RS AQMA Cikampek.

Kepatuhan memiliki hubungan yang erat dengan penolong persalinan (Tjiptono, F. 2002). Apabila kepatuhan dikelola dengan tepat akan berkontribusi positif terhadap terwujudnya kepatuahn dan ketaatan (ANC) (Tjiptono, F. 2002). kepatuhan dalam (ANC) dengan pemilihan pertolongan persalinan di Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat. 

Persepsi ibu tentang kepatuhan (ANC) di Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat secara keseluruhan termasuk ke dalam katagori patuh, hal ini menyebabkan kepatuhan ibu secara keseluruhan hanya berbeda pada pemilihan pertolongan Nakes yang tinggi mengakibatkan persepsi tentang kepatuhan Antenatal Care (ANC) termasuk ke dalam katagori patuh sehingga sebagian besar ibu pemilihan pertolongan persaliana Nakes, maka kepatuhan ibupun perlu untuk ditingkatkan.

File Skripsi Bisa Di Unduh Melalui Tombol Download Di Bawah.



Posting Komentar untuk "Hubungan Antara Kepatuhan Antenatal Care (ANC) Dengan Pemilihan Penolong Persalinan"