Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Konsep Diri Dalam Perspektif Keperawatan

Konsep diri ialah langkah pribadi melihat diri secara utuh fisikal, emosional, intelektual, sosial, spiritual, terhitung di dalamnya ialah pemahaman pribadi mengenai karakter dan kekuatan yang dipunyainya, hubungan pribadi dengan orang, nilai-nilai yang terkait dengan pengalaman dan object, serta arah keinginan dan kemauannya.

Burn mendefinisikan konsep diri sebagai kesan-kesan pada diri kita keseluruhannya yang meliputi gagasannya pada diri kita, opini mengenai kisah di mata seseorang, dan pendapat mengenai beberapa hal yang diraih.

Dari pengertian di atas bisa diambil kesimpulan jika konsep diri ialah penilaian pada diri sendiri berkenaan apa yang dirasa dan dipikir dalam berhubungan dengan orang lain.

Konsep Diri Dalam Perspektif Keperawatan
image by johnhain / pixabay.com


Aspek konsep diri

Calhoun dan Acocella menjelaskan konsep diri terdiri jadi tiga faktor yakni:

Pengetahuan

Pengetahuan ialah apa yang pribadi kenali mengenai dirinya, di dalam pribadi ada satu daftar yang memvisualisasikan dirinya, kelengkapan atau kekurangan fisik, umur, jenis kelamin, agama, dan sebagainya. Pengetahuan mengenai diri berawal dari lingkungan sosial yang dikenali oleh pribadi itu.

Keinginan

Di saat tertentu seorang memiliki satu pemahaman pada dirinya, mengenai peluang diri jadi apa di periode kedepan. Tiap pribadi memiliki keinginan pada dirinya menjadi pribadi yang ideal, konsep pribadi ideal berlainan pada tiap orang.

Penilaian

Seorang berkedudukan sebagai penilai dirinya, apa berlawanan dengan "siapakah saya", penghargaan untuk pribadi, "semestinya saya jadi apa" standard untuk pribadi dari hasil penilaian itu diberi nama sebagai harga diri.

Perkembangan konsep diri

Perkembangan konsep diri sebagai proses kontinyu sepanjang kehidupan manusia, Symonds menjelaskan jika pemahaman pada diri tidak langsung terjadi di saat lahir, tapi berkembang dengan bertahap dengan timbulnya kekuatan perseptif diri (self) berkembang saat pribadi merasakan berbeda dengan orang lain.

Pada umur 6-7 tahun, batasan-batasan dari diri pribadi mulai spesifik sebagai dari hasil eksplorasi dan pengalaman dengan tubuh sendiri. Sepanjang masa awalnya kehidupan konsep diri dilandasi seutuhnya oleh pemahaman pada dirinya, selanjutnya bersamaan pertambahan umur penglihatan mengenai dirinya jadi lebih luas dilandasi oleh nilai-nilai yang didapat dari hubungan dengan lingkungan sekitarnya.

Selama masa pertengahan dan akhir, anak -anak mulai memainkan peranan yang lebih dominan, menggantikan orangtua jadi orang yang sangat punya pengaruh pada konsep diri mereka.

Sesudah usainya periode anak konsep diri yang tercipta mulai stabil, tetapi awalnya periode pubertas terjadi pengubahan mencolok pada ide dirinya. Remaja muda mempersepsikan dirinya menjadi orang dewasa dengan beberapa langkah, meskipun ketidaktergantungannya belum juga terjadi sepenuhnya, remaja mulai terukur pada penataan perilaku sendiri.

Tiap perubahan yang terjadi bisa mempenggaruhi remaja, ketidakjelasan menjadi perselisihan remaja, tetapi dari situlah lahir konsep diri di akhir remaja condong stabil dan relatif sebagai dampak tingkah laku yang tetap.

Pada umur 25-30 tahun ego orang dewasa terbentuk dengan komplet dan ide dirinya jadi makin definitif. Keluarga memiliki peranan yang penting dalam menstimulasi perubahan konsep diri khususnya pengalaman periode kanak - kanak.

Stuart dan Sundeen, menyampaikan bahwa kehidupan dalam keluarga adalah dasar utama pembangunan konsep diri.

Faktor-faktor pembentuk konsep diri

Menurut Coopersmith diambil Gufron, ada empat factor yang berperanan dalam pembangunan konsep diri pribadi antara lain:

Faktor kemampuan

Tiap orang memiliki kemampuan berlainan, sebagai ukuran kesuksesan dan sebagai konsep diri.

Faktor Perasaan

Support pada tiap aktivitas yang sudah dilakukan pribadi bisa memunculkan perasaan, perasaan tanpa makna akan membuat sikap negatif (withdrawl).

Faktor kebijakan

Jika pribadi mempunyai perasaan berarti bagi diri sendiri dan orang lain, akan tumbuh kebijakan dalam dianya.

Faktor kemampuan

Skema perilaku berwatak positif memberikan kemampuan untuk pribadi dalam melakukan kegiatan yang bagus sesuai norma yang berlaku dan bisa menepis usaha yang negatif.

Faktor Pendukung atau predisposisi konsep diri

Menurut Murwani, ada faktor-faktor pendukung berlangsungnya perubahan dalam konsep diri seorang yakni :

  • Faktor yang memengaruhi harga diri, mencakup penolakan orangtua, keinginan orangtua yang realistik, ketidakberhasilan yang berkali-kali, kurang memiliki tanggung jawab individual, keterikatan pada seseorang dan ideal diri yang tidak realistik.

  • Faktor yang memengaruhi performa peranan ialah streoptik peranan gender, tubtutan kerja, dan keinginan peranan kultural.

  • Faktor yang memengaruhi identitas individual, mencakup tidak percaya orangtua, penekanan dari satu kelompok seumuran, dan pengubahan dalam susunan sosial.

Faktor-faktor yang memengaruhi konsep diri

Menurut Wartonah, faktor-faktor yang memengaruhi konsep diri yakni:

Tingkat perubahan dan kematangan

Perubahan anak seperti support psikis, tindakan, dan perkembangan anak dan memengaruhi ide dianya.

Budaya

Pada umur beberapa anak nilai-nilai akan dipungut dari orang tuanya, kelompoknya dan lingkungannya. Orangtua yang bekerja sepanjang hari akan bawa anak lebih dekat di lingkungannya.

Sumber ekternal dan internal

Kemampuan dan perubahan pada pribadi benar-benar punya pengaruh pada konsep diri. Pada sumber internal misalkan, orang yang humoris koping pribadinya lebih efisien. Sumber external misalkan ada support dari warga dan ekonomi yang kuat.

Pengalaman sukses dan tidak berhasil

Ada kecondongan jika riwayat sukses akan tingkatkan konsep diri demikian juga kebalikannya.

Stresor

Stresor di kehidupan misalkan pernikahan, pekerjaan baru, ujian dan ketakutan. Bila koping pribadi tidak adekuat maka memunculkan stres, menarik diri dan kecemasan.

Usia, kondisi sakit, dan trauma

Umur yang sudah tua, kondisi sakit akan memengaruhi pemahaman diri.

Kriteria konsep diri yang sehat

Persyaratan konsep diri yang sehat jadi enam diantaranya sebagai berikut ini:

Citra positif positif dan tepat

Kesadaran akan diri berdasarkan atas pengamatan pribadi dan perhatian yang sesuai akan kesehatan diri. Terhitung pemahaman sekarang ini dan masa lalu.

Ideal dan realitas

Pribadi memiliki ideal diri yang realistis dan memiliki arah hidup yang bisa diraih

Konsep diri yang positif

Konsep diri yang positif memperlihatkan jika pribadi akan sesuai dalam kehidupannya.

Harga diri tinggi

Seseorang yang memiliki harga diri tinggi akan melihat dirinya sebagai seseorang yang memiliki arti dan berguna, dia melihat dirinya sama dengan yang dia harapkan.

Kepuasan performa peranan

Pribadi yang memiliki personalitas sehat segera dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara intim dan mendapatkan kepuasan. Dia bisa memercayai dan terbuka pada seseorang dan membangun jalinan interpenden.

Identitas jelas

Invdividu rasakan kekhasan dirinya yang memberikan arah kehidupan di dalam meraih tujuan.

Karakteristik konsep diri rendah

Konsep diri yang rendah mempunyai beberapa karakter yang mencakup, Menghindar dari sentuhan atau menyaksikan anggota badan tertentu, tidak ingin berkaca, menghindar dialog mengenai topik dirinya, menampik usaha rehab, memungkiri perubahan pada dirinya, peningkatan ketergantungan pada orang lain, kegelisahan, menampik berperan serta dalam perawatan dirinya, pemakaian beberapa obat dan alkohol, menghindari contact sosial, kurang bertanggungjawab.

Perubahan konsep diri

Gangguan Identitas diri

Masalah identitas mencakup: kehilangan Pekerjaan, trauma, ketergantungan, ketidak berhasilan berulang-ulang.

Gangguan citra tubuh (body image)

Hilangnya anggota badan, pengubahan perubahan, kecacatan.

Gangguan harga diri

Kurang penghargaan, kekeliruan dan ketidakberhasilan berulang-ulang, tidak sanggup memenuhi standard, ketidakberhasilan mencapai arah hidup, ketidakberhasilan dalam menjalankan aturan moral.

Gangguan peran

Memungkiri ketidak mampuan menjalankan peran, ketidakberhasilan menjalankan peranan baru, kedidakpuasan peranan, kurang bertanggungjawab.

Gangguan Gambaran tubuh

Tidak menyenangi dirinya, penampikan pada pengubahan yang tejadi, mengutarakan keputusasan.

Rentang tanggapan konsep diri

Konsep diri sebagai faktor kritis dan dasar dari sikap pribadi. Pribadi dengan konsep diri yang positif bisa berperan lebih efisien yang kelihatan dari kekuatan interpersonal, kekuatan intelektual dan kepenguasaan lingkungan.

Konsep diri yang negatif bisa disaksikan dari jalinan pribadi dan sosial yang maladaptif. Calhoun dan Acocella memberi pemahaman yang lain di antara konsep diri positif dan konsep diri negatif.

Konsep diri positif bisa disimpulkan sebagai penerimaan pada diri yang bagus, emosi konstan dan stabil, bisa mengenali diri secara baik, dan sanggup menyesuaikan secara baik.

Sedang konsep diri negatif disimpulkan sebagai emosi pribadi yang tidak teratur, emosi yang terlampau kaku, pribadi tidak paham berkenaan dirinya secara baik dan ketidakmampuan  pribadi beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Komponen Konsep diri

Gambaran diri (Bodi image)

Gambaran diri ialah kelompok dari sikap pribadi yang diakui dan tidak diakui pada tubuhnya, termasuk pemahaman masalalu dan saat ini, dan perasaan mengenai ukuran, peranan performa (performnce) dan bentuk tubuh dengan pemahaman dan pengalaman yang baru.

Gambaran diri terkait kuat dengan personalitas. Cara memandang dirinya memiliki imbas yang penting pada faktor psikisnya.

Pandangan yang realistik pada diri sendiri, menerima dan menyenangi anggota badan akan memberikan perasaan aman hingga terbebas dari rasa kuatir dan meningkatkan harga diri.

Gambaran diri mempunyai tiga elemen yakni:

  • Realitas  Tubuh yakni akseptasi pada kondisi fisik / badan secara riil.
  • Ideal tubuh yakni gambaran pribadi pada bagaimana baiknya performa fisik keseluruhannya.
  • Presentasi badan yakni bagaimana pandangan lingkungan luar pada kondisi fisik pribadi.

Ideal diri

Ideal diri ialah pemahaman pribadi mengenai bagaimana ia semestinya berprilaku berdasarkan tujuan atau nilai individual, sesuai standard ipribadi. Ideal diri akan merealisasikan harapan dan keinginan individu berdasar etika sosial.

Ideal diri berkembang pada periode kanak-kanak dan dipengaruhi oleh orang yang penting dalam kehidupannya dalam memberi tuntutan dan harapan.

Pada usia remaja, ideal diri akan tercipta lewat proses identifikasi dan analisis pada orang tua, guru dan rekan.

Beberapa faktor yang memengaruhi Ideal diri:

Faktor budaya

Faktor budaya diantaranya: tekad dengan kemauan untuk kesuksesan, keperluan yang realistis, kemauan yang realistis, kemauan untuk menghindari kegagalan, rasa kuatir dengan rendah diri.

Harga diri

Harga diri ialah Penilaian pribadi mengenai nilai individual yang didapat dengan menganalisa berapa baik sikap seorang sesuai ideal diri. Harga diri yang tinggi ialah hati yang berakar dalam akseptasi diri kita tanpa persyaratan, meskipun melakukan kesalahan tapi meerasa sebagai seorang yang perlu dan bernilai.

Proses pembentukan harga diri diawali dari semenjak bayi merasakan diterima orang berkenaan kelahirannya. Selanjutnya, harga diri bentuk lewat tindakan yang diterima pribadi dari orang lingkunganya, seperti dipuji atau penghargaan. Dengan demikian, harga diri bukan factor bawaan, tetapi factor yang bisa dipelajari dan di bentuk sepanjang siklus kehidupan.

Faktor-faktor yang memengaruhi harga diri antara lain Gender, inteligensi, keadaan fisik, lingkungan keluarga dan peradaban sosial.

Langkah untuk tingkatkan harga diri pada pribadi seperti Memberikan peluang untuk sukses, memberikan ide dan gagasan, menggerakkan inspirasi, menolong membentuk koping.

Harga diri yang rendah terkait dengan hubungan interpersonal yang jelek yang menyebabkan pribadi condong melakukan kekeliruan yang berasal dari penyebab internal.

Peran

Peranan ialah Rangkaian skema perilaku yang diharap oleh peradaban sosial sesuai peranan pribadi di beberapa kelompok sosial. Peranan yang diaplikasikan ialah peranan seseorang karena tidak memiliki alternatif lain. Peranan yang diterima dalam peranan dipilih atau diputuskan oleh pribadi.

Identitas diri

Identitas diri ialah kesadaran akan kekhasan yang besumber dari penilaian dan pengamatan diri kita. Identitas ditandai dengan kemampuan melihat diri kita berbeda dengan yang lain, memiliki optimisme, bisa mengatur diri, memiliki pemahaman mengenai peran dan citra diri.

Ciri-ciri identitas yang positif antara lain :Mengenali diri kita sebagai organisme yang utuh dan terpisah dari pihak lain, mengakui jenis kelamin sendiri, melihat beberapa faktor dalam dianya sebagai satu kesesuaian, memandang diri kita sesuai penilaian masyarakatmengetahui jalinan masa lampau, saat ini dan yang akan datang, dan terakhir memiliki tujuan  yang bisa diwujudkan.

Kesimpulan

Konsep diri ialah semua gagasan, pemikirankepercayaan, dan pendirian pribadi mengenai dirinya dan memengaruhi pribadi dalam terkait sama orang lain.

Gangguan konsep diri dapat berupa: peran, gambaran diri, harga diri, dan ideal diri serta identitas.  Tetapi tidak semua klien dapat mengalami gangguan konsep diri yang sama. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Adapun faktor-faktor sebagai berikut: perkembangan dan kematangan, pendidikan, budaya, sumber eksternal dan internal pengalaman sukses dan gagal, pekerjaan, stressor, dan umur.

Dalam keadaan demikian seseorang dituntut harus mampu mempertahankan konsep diri yang dimilikinya. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain: Mengembalikan integritas tubuh, Meningkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya, Menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki,  dan Menerima perubahan struktur atau bentuk tubuh.

 

Referensi :

  1. Gufron, N & Risnawati A.2011. Teori-teori Psikologi. Ar-Ruzz Media: Jakarta.
  2. Sunaryo, 2004. Psikologi Keperawatan. EGC: Jakarta.
  3. Susana., dkk. 2010. Konsep Diri Positif Menentukan Prestasi Anak. Kanisius: Yogyakarta.
  4. Wartona &Tarwoto.2006; Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Salemba Medika: Bandung.
Muhammad Alwi Andi, S.Kep., MMR
Muhammad Alwi Andi, S.Kep., MMR Praktisi Keperawatan dan Manajemen Rumah Sakit

Posting Komentar untuk "Konsep Diri Dalam Perspektif Keperawatan"