Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intervensi Asuhan Keperawatan Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis adalah penonjolan isi perut melalui area pada dinding perut tepat di atas ligamen inguinalis. Banyak hernia inguinalis tidak menunjukkan gejala, tetapi beberapa bisa terkurung atau terjepit (inkaserata dan strangulasi), menyebabkan rasa sakit dan membutuhkan pembedahan segera. Diagnosis bersifat klinis. Perawatan adalah perbaikan bedah elektif.

Hernia terjadi jika semua atau sebagian viskus menonjol dari lokasi normalnya ke dalam tubuh. Sebagian hernia merupakan bagian menonjol dari viskus abdomen melalui dinding abdomen. Walaupun banyak jenis hernia abdominal bisa terjadi, hernia inguinal adalah yang paling umum. 

Hernia inguinal bisa tidak langsung (indirect) atau langsung (direct). Hernia inguinal tidak langsung (hernia yang lebih umum) disebabkan oleh pelemahan marjin fasial dari cincin inguinal internal. Tipe hernia ini rnemasuki kanal inguinal melalui cincin inguinal internal dan muncul melalui cincin inguinal eksternal. Hernia memanjang turun melalui kanal inguinal ke dalam skrotum atau labia. Hernia inguinal tidak langsung bisa terjadi di usia berapapun, tiga kali lebih sering menyerang pria, dan prevalensinya paling tinggi pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun. 

Intervensi Asuhan Keperawatan Hernia Inguinalis
Image by BruceBlaus on wikimedia.org

Hernia inguinal langsung disebabkan oleh pelemahan lantai fasial di kanal inguinal. Sebagian usus atau omentum menonjol melalui dinding lantai inguinal dan muncul melalui cincin eksternal, memanjang ke atas melalui ligamen inguinal. Bukannya memasuki kanal melalui cincin internal, hernia ini melintas melalui dinding inguinal posterior, menonjol langsung melalui fasia transversalis dari kanal (di area yang dikenal sebagai segitiga Hesselbach), dan keluar di cincin eksternal. 

Klasifikasi:

Tidak langsung: Melintasi cincin inguinalis internal ke dalam kanalis inguinalis

Langsung: Memanjang langsung ke depan dan tidak melewati kanalis inguinalis

Penyebab 

  • Penutupan sakus peritoneal yang tidak tepat pada pria 
  • Kenaikan tekanan intra-abdominal akibat mengangkat beban berat, mengeluarkan tenaga, hamil, obesitas, batuk berlebihan, atau mengejan saat defekasi
  • Otot abdominal lemah akibat malformasi kongenital, cedera traumatik, atau penuaan. 

Tanda dan gejala Hernia inguinalis

Kebanyakan pasien hanya mengeluhkan tonjolan yang terlihat, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang samar-samar atau tanpa gejala. Sebagian dapat dikurangi secara manual dengan tekanan lembut yang terus-menerus, menempatkan pasien dalam posisi Trendelenburg dapat membantu.

Hernia inkarserata dapat menjadi penyebab obstruksi usus. Hernia yang terjepit menyebabkan rasa sakit menetap dan meningkat secara bertahap, biasanya dengan mual dan muntah. Eritematosa dan peritonitis dapat berkembang tergantung pada lokasi, dengan nyeri tekan difus, dan rebound. 

Obstruksi usus parsial 

  • Anoreksia 
  • Bunyi usus berkurang 
  • Gumpalan yang tidak bisa direduksi 
  • Nyeri dan perih di pangkal paha 

Obstruksi usus menyeluruh 

  • Bunyi usus hilang 
  • Tinja berdarah 
  • Syok 

Uji diagnostik 

Diagnosis hernia inguinalis biasanya ditegakan berdasarkan temuan klinis. Karena hernia mungkin terlihat hanya ketika tekanan perut meningkat, pasien harus diperiksa dalam posisi berdiri. Jika tidak ada hernia yang teraba maka pasien harus batuk atau melakukan manuver Valsava saat pemeriksa meraba pangkal paha dengan jari di kanalis inguinalis pada laki-laki.

Massa inguinal yang menyerupai hernia mungkin merupakan hasil dari adenopati, testis ektopik, atau lipoma. Massa ini padat dan tidak dapat direduksi. Massa skrotum dapat berupa varikokel, hidrokel, atau tumor testis. 

Ultrasonografi dapat dilakukan jika pemeriksaan fisik tidak jelas. 

Penanganan 

  • Reduksi hernia bisa meringankan nyeri untuk sementara, tetapi sebaiknya tidak diupayakan jika pasien mengalami hernia inkarserasi karena reduksi bisa menyebabkan perforasi usus. 
  • Truss (tiang penopang) bisa mencegah konten abdominal menonjol ke dalam sakus hernia, walaupun tidak bisa menyembuhkan hernia. Alat ini sangat bermanfaat bagi lansia atau pasien lemah yang sangat berisiko jika menjalani pembedahan. 
  • Herniorafi merupakan salah satu pilinal dan menutup lubang. Prosedur ini umumnya dilakukan secara laparoskopik dengan anestesia lokal untuk pasien yang tidak dirawat di rumah sakit. 
  • Hernioplasti bisa memperkuat area yang mengalami pelemahan dengan taut baja, fasia, atau kawat. Komplikasinya antara lain retensi urin, infeksi luka, pembentukan hidrokel, dan edema skrotal. 
  • Reseksi usus jika pasien mengalami hernia strangulasi atau nekrotik. Reseksi ekstensif (jarang dilakukan) bisa membutuhkan kolostomi sementara. Dalam kedua kasus, reseksi bisa memperpanjang penyembuhan prostoperatif dan membutuhkan antibiotik, cairan parertteral, dan penggantian elektrolit. 

Intervensi Asuhan Keperawatan 

  • Gunakan tiang penopang hanya setelah reduksi hernia. Untuk hasil terbaik, gunakan di pagi hari, saat pasien masih di ranjang. 
  • Lihat adakah tanda inkarserasi dan strangulasi. 
  • Sebelum pembedahan, pantau tanda vital pasien. Beri cairan I.V. dan analgesik untuk meredakan nyeri seperlunya, jika diresepkan. Kontrol demam dengan asetaminofen (Tylenol) atau mandi busa hangat-hangat kuku seperlunya. 
  • Setelah pemebdahan, evaluasi kemampuan pasien untuk buang air. Periksa insisi setidaknya tiga kali per hari untuk melihat adakah drainase, inflamasi, dan pembengkakan. Periksa apakah bunyi usus normal atau terjadi demam. 
  • Periksa pasien secara saksama untuk melihat adakah pembengkakan skrotal postoperatif. Untuk meringankan pembengkakan semacam ini, topang skrotum dengan handuk yang digulung dan gunakan kantung es. 
  • Dorong kecukupan asupan cairan untuk mempertahankan hidrasi dan mencegah konstipasi. Ajari pasien cara melakukan latihan bernapas-dalam, dan tunjukkan padanya cara membelat insisi sebelum batuk
  • Ingatkan pasien untuk tidak mengangkat atau mengejan. Selain itu, minta ia melihat adakah tanda infeksi di tempat insisi dan menjaga agar insisi selalu bersih dan tertutup sampai sutura diambil. 

Evaluasi Asuhan Keperawatan

  • Pasien bisa melakukan ADL dalam batas-batas proses penyakit.
  • Pasien mengungkapkan perasaan nyaman
  • Fungsi usus pasien akan kembali normal
  • Pasien akan tetap bebas dari tanda dan gejala infeksi
  • Pasien akan terhindar dari komplikasi.


Referensi:

  1. Parswa Ansari. 2020. Inguinal Hernia. Hofstra Nortwell-lenox Hill Hospital. New York. MSD Manual
  2. Daral Chapman SRN. 2019. Nursing Care Of Inguinal Hernias. Nurses Post

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Intervensi Asuhan Keperawatan Hernia Inguinalis"